POPCORN OR NOT POPCORN, THAT IS THE QUESTION
- Kemarin saya sedang belanja/berteduh di salah satu toko swalayan di daerah dekat UGM, saat di sebuah lorong saya mendengar percakapan antara sepasang kekasih. Dan karena percakapan antara sepasang kekasih yang terjadi di toko swalayan selalu menarik untuk disimak, maka saya berhenti sekitar satu meter dari mereka, mengeluarkan ponsel, dan mulai pura-pura mengetik sms padahal sebenarnya kedua telinga saya amat terfokus pada percakapan mereka.
- Cewe: *dengan nada sedikit manja* Aku pingin popcorn.
- Cowo: Ini. *mengambil popcorn dari rak*
- Cewe: *dengan nada lebih manja* Iiih aku tuh pingin popcorn!
- Cowo: Ya ini kan?
- Cewe: *dengan nada manja campur sedikit kesal* Bukaaaan~ popcorn itu jagung biasa, bukan yang kayak gini.
- Cowo: Lah terus ini apa?
- Cewe: Nggak tahu, yang jelas bukan popcorn. Aku nggak suka makanan yg kayak gini.
- Sementara saya berusaha menahan diri untuk tidak membukan mulut dan/atau melempar keranjang belanjaan saya yang penuh ke kepala si Cewe (karena bakal kacau banget, ada sebotol Aqua 1.5 L di keranjang saya), mereka melenggang pergi dari lorong tersebut untuk mencari ‘popcorn’.
- A) Popcorn yang biasa dimakan si Cewe selama hidupnya itu bentuknya kayak apa?
- B) Kok bisa-bisanya si Cewe mengatakan bahwa popcorn bukan popcorn padahal di plastik kemasannya tertempel label harga yang jelas-jelas mengatakan bahwa makanan itu bernama popcorn.
- C) Kok bisa-bisanya sebagian cewe jaman sekarang jadi sebodoh itu? POPCORN, for the love of cats! Popcorn!
- P.S. Saya sebenarnya beli popcorn itu biar bisa difoto dan jadi bukti, tapi popcornnya udah habis duluan sebelum saya menulis post ini, jadi bungkusnya juga udah di tempat sampah.
-
oorriioo said:
popcornnya kayaknya konotasinya berbeda ini
-
pragnapurumit posted this